Sekilas Pandang Kekayaan Intelektual di Indonesia

Anda pasti pernah mendengar ucapan “saya mau patenin merek” atau, “saya mau daftar paten untuk lagu/foto/lukisan ciptaan saya”.

Tahukah anda bahwa Paten, Merek, dan Hak Cipta adalah suatu hal yang sangat berbeda, sehingga ucapan-ucapan tersebut diatas tidaklah tepat.

Lalu, Apa yang membedakan istilah-istilah tersebut diatas? Dan bagaimana istilah-istilah tersebut tepat untuk digunakan? Untuk menjawab hal tersebut perlu saya jelaskan terlebih dahulu mengenai KEKAYAAN INTELEKTUAL.

Kekayaan Intelektual (Intellectual Property) adalah Karya hasil dari intelektual manusia, yang mana terhadap hasil tersebut melekat sebuah Hak baik secara moril maupun ekonomi bagi Subjek Hukum bersangkutan, baik perorangan maupun badan hukum.

Hak itu sendiri telah terbagi dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, yakni :

PATEN

Paten diatur dalam Undang-Undang nomor 13 tahun 2016 tentang PATEN, dimana Paten didefinisikan sebagai Hak Eksklusif yang diberikan negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

 

Invensi sendiri berarti ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses. Perlu diperhatikan bahwa Invensi tidak mencakup :

  1. Kreasi estetika
  2. Skema
  3. Aturan dan metode untuk melakukan kegiatan:
  4. Yang melibatkan kegiatan mental;
  5. Permainan; dan
  • Bisnis
  1. Aturan dan metode yang hanya berisi program computer;
  2. Presentasi mengenai suatu informasi; dan
  3. Temuan (discovery) berupa :
    • Penggunaan baru untuk produk yang sudah ada dan/ atau dikenal; dan/atau
    • Bentuk baru dari senyawa yang sudah ada yang tidak menghasilkan peningkatan khasiat bermakna dan terdapat perbedaan struktur kimia terkait yang sudah diketahui dari senyawa.

 

Sedangkan inventor adalah seorang atau beberapa orang yang secara Bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan invensi.

 

Pertanyaan yang sering muncul berikutnya adalah, siapakah pemegang paten yang dilindungi undang-undang?

 

Pemegang Paten adalah Inventor sebagai pemilik Paten, pihakyang menerima hak atas Paten tersebut dari pemilik Paten, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak atas Paten tersebut yang terdaftar dalam daftar umum Paten. Jadi, mungkin saja seorang inventor menyerahkan  hak atas Paten terhadap invensinya, baik itu melalui peralihan, lisensi atau tindakan lain yang diakui Hukum Positif Indonesia, karena Undang-undang tidak membatasi itu, yang dibatasi adalah, Inventor wajib dicantumkan namanya atas invensinya, karena melekat hak moral Inventor terhadap Invensinya.

 

HAK MEREK

Merek diatur dalam Undang-Undang nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, dimana definisi merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2(dua) dimensi dan/atau 3(tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan dan/atau jasa.

 

Sedangkan Indikasi Geografis  merupakan suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.

 

HAK CIPTA

Hak Cipta diatur dalam Undang-Undang nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta, dimana Hak Cipta didefinisikan sebagai Hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif, setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Lalu, yang termasuk dalam kategori Hak Cipta yang dapat dilindungi adalah :

Ciptaan yang dilindungi meliputi Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, terdiri atas:

  1. buku, pamflet, perwajahan karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lainnya;
  2. ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan sejenis lainnya;
  3. alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
  4. lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks;
  5. drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;
  6. karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung,atau kolase;
  7. karya seni terapan;
  8. karya arsitektur;
  9. peta;
  10. karya seni batik atau seni motif lain;
  11. karya fotografi;
  12. Potret (Karya fotografi dengan objek manusia);
  13. karya sinematografi;
  14. terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, basis data, adaptasi, aransemen, modifikasi dan karya lain dari hasil transformasi;
  15. terjemahan, adaptasi, aransemen, transformasi, atau modifikasi ekspresi budaya tradisional;
  16. kompilasi Ciptaan atau data, baik dalam format yang dapat dibaca dengan Program Komputer maupun media lainnya;
  17. Kompilasi ekspresi budaya tradisional selama kompilasi tersebut merupakan karya yang asli;
  18. permainan video; dan
  19. Program Komputer (seperangkat instruksi yang diekspresikan dalam bentuk Bahasa, kode, skema, atau dalam bentuk apapun yang ditujukan agar computer bekerja melakukan fungsi tertentu atau untuk mencapai hasil tertentu).

 

Satu hal yang unik khususnya untuk para Pelaku Industri Teknologi Informasi bahwa program komputer termasuk dalam Hak Cipta bukan dalam Perlindungan Paten seperti di negara-negara lain, oleh karenanya harap bijak dalam melindungi kreasi Teknologi Informasi anda sebelum Go International (Besar Harapan kami Pelaku IT lokal dapat melejit di dunia internasional).

 

DESAIN INDUSTRI

Desain Industri diatur dalam Undang-Undang nomor 31 tahun 2000, definisi Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.

 

Perlu ditekankan bahwa Desain Industri hanya mengenai tampilan suatu kreasi, bukan mengenai fungsi atau kegunaan dari bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya, sehingga kesan estetisnya yang dilindungi, sehingga apabila kreasi anda memiliki tampilan atau bentuk yang khas ada baiknya didaftarkan perlindungannya melalui Desain Industri, sehingga kekhasan tampilan kreasi anda menjadi eksklusif milik anda.

 

DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU

Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu diatur dalam Undang-Undang nomor 32 tahun 2000, dimana Desain Tata Letak dan Sirkuit Terpadu terdefinisi sendiri-sendiri.

 

Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik.

Sedangkan Desain Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan Sirkuit Terpadu.

Mungkin anda bisa langsung dapat menyimpulkan bahwa Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu adalah mengenai sirkuit elektronik yang sering kita jumpai, apalagi di era digital ini dimana hampir semua segi merupakan barang elektronik, hal ini bukanlah hal asing bagi kita. Nah, di segala kecanggihan elektronik bermuara dari sirkuit yang dibangun secara sistematis tersebut, inilah yang termakhtub dalam Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.

 

RAHASIA DAGANG

Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang. Hal ini diatur dalam Undang-Undang nomor 30 Tahun 2002 tentang Rahasia Dagang.

 

Pertanyaan yang sering muncul kemudian adalah “bagaimana saya melindungi rahasia dagang saya?”

Bahwa perlu diketahui Lingkup perlindungan Rahasia Dagang meliputi metode produksi, metode pengolahan, metode penjualan, atau informasi lain di bidang teknologi dan/atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui oleh masyarakat umum.

Sehingga menurut hemat saya, yang namanya rahasia sejatinya selalu dirahasiakan, yang perlu anda pahami adalah, atas rahasia tersebut,dapat anda lisensikan atau alihkan kepada orang lain, artinya anda dapat memberi izin kepada orang lain untuk memegang atau mengolah kerahasiaan tersebut. Nah, terhadap lisensi atau pengalihan tersebut wajib anda catatkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, sehingga suatu ketika Rahasia Dagang anda bermasalah anda dapat didukung dengan dokumen-dokumen yang sah sebagai bukti andalah yang memiliki kedudukan hukum atas rahasia dagang tersebut.

 

Demikian pandangan umum kami terhadap Kekayaan Intelektual sesuai Hukum Positif Indonesia, semoga dapat memberikan pemahaman lebih lanjut atas Kekayaan Intelektual di Indonesia, dan semoga anda tidak lagi salah berkata “patenin merek dong” 😊.

 

Sincerely Yours,

 

HAKIKI & CHRISTIANO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *